cara melakukan setting ulang koneksi jaringan

Melakukan Perbaikan Dan Atau Setting Ulang Koneksi Jaringan

Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah
Persiapan untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi sebenarnya. Pada pembahasan berikut akan membahas tentang persiapan perbaikan konektiftas pada jaringan dengan topologi Bus dan Star. Alasan pembahasan hanya pada jaringan dengan topologi Bus dan Star karena kedua jaringan paling bayak digunakan.
1. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup serta sepanjang kabel terdapat node-node.
Karakteristik topologi Bus adalah:
  • merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  • Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
  • Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
    collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
  • Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
    satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
  • Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan
  • dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lainnya yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya akan dilewati signal.
Persiapan yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
a) Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA.
b) Kabel dan konektor
Kabel yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.
Kabel Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 (ten base two) memiliki jangkauan antara 300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater. Untuk dapat digunakan sebagai kabel jaringan harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dengan diameter rata-rata berkisar 5 mm dan biasanya berwarna gelap.
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:
  • Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.
  • TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
  • TBNC Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.
2. Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua itu bisa diabaikan.
Karateristik topologi Star adalah:
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
  • Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
  • Keunggulan jika  terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
  • Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP.
Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
1. Kartu Jaringan  (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis interface-nya untuk jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan jenis PCI.
2. Kabel dan Konektor
Kabel yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP (Unshielded Twisted Pair). Merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 mbps sampai dengan 100 mbps tetapi mempunyai jarak pendek yaitu maximum 100m. Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit adalah (orangeputih orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputih biru).
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi star dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yakni menggunakan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel menggunakan tang khusus yakni Cramping tools.
Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC
Perbaikan konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.
Pada pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.
Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
2) Pemasangan Kabel pada Konektor
  • Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
    Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC  harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
  • Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
    Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data.  Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.
3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan
  • Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus
    Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
  • Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan Topologi Star
    Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.
4) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.
Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:
a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)
Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel
b) Pemilihan Protocol
Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card)  dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:
c) Pengisian IP Address dan Subnetmask
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.
Kelas Alamat IP Address
IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikijaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyKelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
  • Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
  • Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
d) Pemilihan Workgroup
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.
Memeriksa, Menguji & Pembuatan Laporan Hasil Pemeriksaan dan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC
Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
2) Pengujian konektifitas jaringan
3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan
Dengan tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:
A. Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.
B. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL  (IP Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan  pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Perintah ping  untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke  IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan  lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.
Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki

2 cara merawat flashdisk


cara merawat flashdisk agar tahan lama
dan cara merawat flashdisk agar tidak terserang virus



cara merawat flashdisk agar tahan lama
1. Hindari benturan keras yang dikarenakan flasdisk terjatuh. Sebaiknya gunakan tali pengikat flashdisk. Flashdisk yang terjatuh dapat mengakibatkan komponen-komponen di dalamnya oblak ataupun pecah dan tidak bisa berfungsi lagi.

2. Usahakan jangan pernah tercebur air. Ini biasanya terjadi karena anda lupa memindahkannya dari saku celana saat celana mau dicuci.

3. Sesuaikan suhu tempat penyimpanan flashdisk. Suhu yang bagus adalah suhu ruangan normal. Suhu yang tepat akan menghidarkan flashdisk dari korosi (berkarat) pada colokannya. Jika sudah berkarat terlalu parah maka flashdisk bisa jadi tidak dapat digunakan lagi.

4. Jika flashdisk anda memiliki tutup, tutuplah setiap kali pemakaian untuk mengurangi/menghindari kotoran debu yang masuk ke ruang komponen.

5. Jika anda tidak sibuk, defraglah flashdisk agar memiliki kinerja yang bagus. Pada saat flashdisk dicolokkan ke laptop/pc proses scanning dan loading tetap optimal. Cara mendefrag flashdisk yaitu klik kanan flashdisk > pilih properties > klik tab Tool pada kotak dialog properties > klik tombol Defragment now...

6. Jika di dalam flashdisk tersebut terdapat file-file besar seperti video yang akan diedit, pindahkan terlebih dahulu ke hardisk laptop/komputer. Ini untuk mengurangi beban kerja flashhdisk dengan daya dari power USB yang sangat minim.

7. Selalu backup flashdisk secara rutin misalnya 1 minggu sekali, 2 minggu sekali, atau 1 bulan sekali. Tergantung periode mana yang dianggap cocok menurut anda. Jika perkembangan/perubahan data yang ada di flashdisk terjadi cukup cepat setiap hari, maka semakin sering anda backup semakin baik. Back up rutin akan membuat selisih perbedaan data yang ada di flashdisk dengan yang ada di laptop/pc semakin sedikit. Lebih uptodate.

Untuk melakukan backup data, saya ada trikya di halaman ini yaitu dengan cara menjadikannya file iso. Aman dari virus. Software yang digunakan juga free.
Cara Membuat File ISO dengan Software Gratisan

8. Usahakan flashdisk anda tidak terkena virus. Virus bisa membuat data anda rusak karena terinveksi. Komputer/laptop anda sebaiknya memiliki antivirus yang aktif dan selalu update. Jika tidak ingin beli gunakan saja antivirus bawaan dari windows (jika anda menggunakan windows. Di halaman ini ada caranya:
Cara mengaktifkan windows defender.

Namun jika flashdisk anda sudah terinfeksi misalnya karena virus flashhdisk, anda dapat membersihkan virus flashdisk tersebut dengan cara ini:
Cara Menghilangkan Virus Shortcut Flashdisk

9. Simpan flashdisk pada suhu normal (suhu raungan).

10. Berkaitan dengan anggapan cara memperlakukan flashdisk; menjauhkan flashdisk dari benda magnetik, saya sendiri belum mendapatkan fakta yang jelas, apakah flashdisk bisa rusak atau tidak jika telalu sering ditaruh di dekat magnet, misalnya di dekat speaker televisi atau radio. Flashdisk merupakan komponen elektrik, bukan magnetik seperti halnya floppy disk. Jika medan magnetnya sangat kuat memang berpengaruh, namun jika lemah sepetinya tidak. Ini berbeda dengan floppy disk (jaman dulu) karena memang bahan materialnya bersifat magnetik.

cara merawat flashdisk agar tidak terserang virus

  1. Cek Flashdisk yang ditancapkan pada komputer.
    • Faktor utama dari virus biasanya berasal dari flashdisk yang sudah berpindah-pindah dari komputer yang satu ke yang lain, biasanya sangat mudah terjangkit virus. Untuk mengatasinya, JANGAN PERNAH menancapkan flashdisk ke komputer yang diketahui ada virusnya, jika anda tetap bersikeras untuk menancapkan flashdisk yang kemungkinan ada virusnya tersebut, tahan CTRL pada saat menancapkan flash disk agar autorun tidak berjalan, atau menambahkan pada registry NoDriveTypeAutoRun (Lihat Artikel Mencegah Virus Autorun Menjangkit Komputer Anda). Setelah itu Scan dengan Antivirus yang anda punya (klik kanan pada flash disk dan pilih scan dengan antivirus yang anda miliki).
    • Jika semua hal di atas sudah dilakukan, aktifkan view hidden folder agar semua hidden folder tersebut bisa terlihat (takutnya ada virus yang bersembunyi di hidden folder). Jika kita ingin menjalankan aplikasi maupun men-copy dan membuka folder dan file yang ada di flash disk, jalankan hanya pada explorer (saat di My Komputer, click Folders, nantinya akan muncul list-list folder di sebelah kiri, nah kita melihat, mencopy folder dari bagian itu saja, karena saat click folder di bagian itu tidak akan menjalankan virus meskipun masih ada kemungkinan virus masuk ke komputer jika melakukan copy file.
  2. Hindari browsing ke situs-situs yang “berbahaya”.
    • Virus yang menyerang bisa berupa Trojan, spyware, dan lainnya. Biasanya situs yang terdapat crack, keygen, maupun pornografi memiliki banyak virus di dalamnya.
  3. Selalu Update antivirus dan Scan komputer anda setiap waktu
    • Hal ini akan sangat berguna membasmi virus yang juga selalu update, oleh karena itu antivirus yang kita miliki juga harus selalu update. Ada baiknya jika kita menggunakan antivirus lebih dari satu (lokal dan luar) agar lebih aman. Jika anda memiliki budget lebih, akan lebih baik jika menggunakan antivirus yang berbayar dan license.
    • Gunakan kesempatan untuk men-scan komputer anda minimal 1 hari sekali agar jika ada virus tidak berkembang dengan cepat
 Problem yang paling sering terjadi pada komputer atau laptop adalah serangan virus. Masalahnya virus itu bisa menyebar melalui banyak media, yang jika komputer Anda berhubungan dengan media-media tersebut akan memberikan peluang bagi virus untuk menyusup ke dalam komputer Anda. 

Tidak ada yang mengundang bahkan tanpa permisi, virus langsung masuk dan menginfeksi sistem komputer Anda, kemudian merusaknya. Tentunya jika itu telah terjadi, dampak dari komputer jika terserang virus akan sangat merugikan bagi Anda.
 

Nah, dari bahaya yang ditimbulkan akibat virus ini, tentunya membuat Anda harus lebih ekstra lagi untuk menjaga laptop atau komputer Anda, dari jahatnya virus yang bisa berbuat seenaknya tanpa Anda ketahui. Untuk itu, Anda harus mengetahui tips agar komputer dan laptop terhindar dari virus, agar perangkat komputer Anda menjadi aman.
 

Berikut tips agar komputer terhindar dari virus
 

1. Mengetahui media penyebaran virus
 

Pada tahap pertama ini Anda harus mengetahui terlebih dahulu media-media apa saja yang dapat menjadi sarana penyebaran virus ke dalam komputer. Dengan mengetahui media-media ini, agar Anda paling tidak bisa melakukan tindakan supaya jangan sampai media-media tersebut merugikan komputer Anda (jika diperlukan). Apa semua medianya?
 

Yak.. media pertama yang jadi penyebaran virus adalah melalui internet. Saat Anda browsing dan melakukan hal-hal lain di dunia maya, virus akan masuk ke laptop Anda saat terhubung dengan internet.
 

Yang kedua adalah melalui media penyimpanan seperti flash disk, hard disk external, memory card, dan lain-lain. Contoh : Misalnya Anda baru saja menggunakan flash disk Anda di warnet yang bervirus, kemudian Anda mencolokkan flash disk tersebut di laptop Anda, maka otomatis virus dari warnet yang telah masuk ke dalam flash disk tersebut akan berpindah di dalam laptop Anda saat itu juga.
 

Yang selanjutnya melalui jaringan komputer. Jika Anda mempunyai laptop atau komputer yang bersih dari virus, jangan Anda hubungkan laptop Anda tersebut melakui kabel LAN dan mengkonekkannya dengan laptop atau komputer lain yang bervirus. Sebab, virus di tempat lain akan hijrah ke komputer Anda melalui jaringan tersebut. 


Nah, setelah mengetahui media tempat penyebaran virus, maka saatnya bagi Anda untuk berhati-hati menggunakan media-media tersebut. 

2. Gunakan antivirus
 

Agar komputer atau laptop terhindar dari virus, tentunya Anda juga wajib memasang antivirus di komputer Anda. Terserah mau menggunakan yang merek apa. Tapi agar lebih efektif, gunakan dua antivirus sekaligus dengan syarat satu antivirus internasional, satu yang lokal saja.
 


O iya, perlu Anda ingat bahwa penggunaan antivirus di dalam komputer bukan jaminan utama agar komputer terhindar dari virus. Sebab antivirus hanyalah media untuk medeteksi virus, dan Andalah sebagai pengguna yang harus bertindak apakah mau menghapusnya atau Anda biarkan saja karena ketidaktahuan Anda.
 

Tapi setidaknya penggunaan antivirus cukup lumayan membantu, karena beberapa diantaranya bisa memblokir virus yang aktif, dan memberitahukan kepada Anda bahwa mereka telah memblokirnya.
 

3. Scan terlebih dahulu media penyimpanan
 

Seperti saya sebut sebelumnya, bahwa media penyimpanan sering menjadi tempat penyebaran virus. Misalnya Anda mempunyai flash disk, kemudian Anda gunakan colok sana-sini di laptop teman Anda atau di warnet yang bervirus. Jadi usahakan sebelum memakainya di komputer Anda, scan terlebih dahulu flash tersebut menggunakan antivirus di komputer Anda.
 

Ingatlah bahwa antivirus itu untuk dipakai, dan bukan hanya pajangan penghias system Anda. Jadi, langsung gunakan antivirus tersebut dengan klik kanan pada flash disk Anda, kemudian pilih "scan with (antivirus yang Anda gunakan)". Jika Anda menggunakan smadav, Anda harus memilih "scan with smadav". 


Jika Anda menggunakan dua antivirus sekaligus, lebih bagus scan dengan keduanya. Kemudian jika terdeteksi adanya virus di flash disk Anda, jangan ragu-ragu untuk me-removenya. O iya jangan lupa ya, scan juga data-data di komputer Anda.
 

4. Jangan sembarangan meminjamkan laptop atau komputer Anda
 

Bukannya saya mau mengajarkan Anda untuk pelit. Tapi saya hanya ingin mengingatkan Anda, bahwa jangan sembarangan meminjamkan laptop Anda kepada orang lain. Sebab banyak sekali kasus laptop seseorang yang dipinjam rekan-rekannya, ujung-ujungnya laptop tersebut menjadi bervirus.
 

Ya jelas..! karena orang yang meminjam belum tentu mengetahui cara agar laptop tidak masuk virus. Bisa jadi memakainya sembarangan, karena tidak tau bagaimana cara menjaga laptop Anda. Main colok-colok flash disk, tidak peduli apakah flash disk miliknya bervirus atau tidak. Akibatnya ya jelas, laptop Anda akan menjadi sarang baru bagi virus.
 

Agar tidak terjadi seperti ini, ajarkan rekan-rekan Anda yang akan meminjam laptop Anda untuk melakukan scan flash disk mereka sebelum mencoloknya di laptop. Saya rasa ini adalah solusi supaya laptop Anda dapat dipinjam, dan dikembalikan dengan keadaan yang aman.
 

5. Pasang software deep freeze
 

Jika Anda ingin laptop Anda lebih aman lagi, pasang software deep freeze buatan faronics di laptop atau komputer Anda. Sebab software ini dapat menjaga komputer Anda dari malware, virus atau eror system yang lainnya. 


Jadi cara kerjanya, deep freeze akan membekukan partisi drive di komputer Anda, baik partisi system atau tempat menyimpan datanya. Kemudian jika partisi telah dibekukan, meskipun ada virus masuk di system operasi Anda, maka tinggal restart saja systemnya, kemudian komputer Anda akan kembali seperti saat semula (sebelum virus masuk).
 

Tapi sayangnya ini juga berlaku untuk data. Jadi intinya deep freeze akan mengembalikan perubahan apapun di komputer Anda, termasuk data atau aplikasi baru yang terinstal setelah deep freeze diaktifkan.
 

Tapi tenang, karena deep freze bisa digunakan untuk memilih partisi mana saja yang akan dibekukan. Misalnya Anda tidak ingin repot-repot menonaktifkan deep freez saat akan menyimpan data di partisi D atau E, maka Anda bisa memilih C saja yang dibekukan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang software ini, silahkan baca
 "mengenal sofrware deep freez"

6. Praktekkan semuanya
 

Langkah satu, dua tiga empat dan lima harus Anda praktekkan semuanya. Hal ini agar hasilnya benar-benar maksimal. Jangan sampai Anda hanya membaca dan membaca, kemudian meninggalkan artikel ini tanpa ada yang Anda simpan di ingatan, apalagi untuk mempraktekkannya.
 

Saya yakin jika Anda berusaha dengan mempraktekkannya, komputer atau laptop Anda akan terhindar dari masuknya virus ke dalam system komputer Anda tersebut. Namun yang perlu Anda ingat, bahwa kenyataannya sangat sulit membuat laptop benar-benar bersih 100% dari virus. Itu tidak masalah, yang penting kita telah berusaha dan tentunya sisa virus itu tidak terlalu merugikan bagi Anda.
 

Melakukan Perbaikan 

dan Perawatan Periferal


Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah Personal Computer (PC). Pada umumnya periferal dapat meliputi keyboard, mouse, monitor, dan printer. Pada umumnya pula periferal mengalamai masalah yang disebabkan karena debu, percikan air, dan kotoran.
Untuk melakukan perbaikan periferal, dibutukan beberapa alat bantu atau tools-kit sebagai berikut:
-Obeng
-Tang
-Kuas
-kain kering atau tisu dancairan pembersih
-Penyedot debu mini /vacum cleaner.

Peralatan perbaikan periferal masing -masing mempunyai fungsi:
a) Obeng
Obeng sangat berguna sekali untuk membongkar dan memasang periferal untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Obeng ada dua macam yaitu :obeng (+ ), dan obeng (-), serta obeng bintag /kembang.
b) Tang
Tang ada macam yaitu :tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jamper yang kecil.
c) Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan komponen periferal dari dan kotoran-kotoran yang menyebabkan kerusakan .Karena masalah kotoran sering kali menjadi penyebab periferal tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.
d)Penyedot debu mini
Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada periferal.
e)Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersih kotoran yang mungkin sangat sulit untuk dibersihkan dengan memakai kuas atau vacum cleaner.


            a. Kuas                                    b. Penyedot debu mini                        c. Cairan pembersih



A. Monitor

Debu pada monitor akan membuat layar buram dan jika debu tersebut sudah menempel pada layar kemudian cara membersihkannya tidak benar dapat menggores layar monitor.  Selain pada layar, debu juga dapat menutupi fentilasi udara pada monitor yang akan menimbulkan panas berlebihan pada monitor. Untuk kotoran cair yang masuk ke dalam monitor dapat mengakibatka kerusakan monitor.

Permasalahan pada Perangkat Monitor
Jika Anda menemui masalah pada monitor, Anda bisa mencoba menganalisa bahkan memperbaiki komputer dengan memperhatikan beberapa kondisi dan tanda-tanda sebagai berikut:
  • Perhatikan bahwa pada layar monitor terdapat lampu indikator yang merupakan penunjuk aktifitas monitor. Lampu tersebut akan menyala pada saat monitor tersebut dihidupkan. Pada beberapa model monitor, lampu indikator tersebut akan menyala dengan satu warna. Namun, ada juga model monitor yang lampu indikatornya akan berubah warna ketika monitor mendapat sinyal data dari main unit. Selain itu, terdapat pula jenis monitor yang lampu indikatornya akan berkedip-kedip jika tidak mendapat sinyal data dari main unit.
  • Disamping tanda-tanda di atas, terdapat tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan, yaitu pada saat monitor dihidupkan atau dimatikan, pada layar monitor akan tampak kilatan cahaya berwarna. Memang ada beberapa monitor yang tidak mempunyai tanda-tanda seperti ini, namun hampir semua monitor mempunyai tanda-tanda seperti ini.
  • Terdapata beberapa jenis monitor yang jika pengaturan brightness dan contrast-nya dapat di atur meskipun dalam kondisi tanpa sinyal data dari main unit. Setelah kedua pengaturan tersebut telah disetting menjadi maksimal, maka pada layar monitor akan tampak putih terang.
  • Selain tanda-tanda di atas, ada pula monitor yang memiliki fasilitas self test. Fasilitas ini akan bekerja pada saat monitor dihidupkan dan bila tidak ada sinyal yang masuk, maka monitor akan menampilkan gambar berupapattern dan informasi yang menyatakan bahwa tidak terdapat sinyal data yang masuk ke monitor.
Berikut troubleshhoting masalah-masalah pada monitor.

1. Komputer mati.Ciri-ciri : saat dihidupkan tidak ada tanda-tanda menyala, kipas prosesor mati, lampu LED indikator tidak menyala.
Kemungkinan : kemungkinan besar mainboard tidak mendapatkan arus listrik
Pemecahan : periksa kabel power sudah terhubung baik dengan listrik PLN. Jika sudah tetapi tidak menyala periksa konektor AT/ATX yang terhubung dari power supply ke mainboard, apakah sudah terpasang dengan benar. Jika masih tidak menyala, periksa konektor dari tombol power ke mainboard, apakah pemasangan pinnya sudah benar. Jika bulum nyala juga bongkar power supply (jika sudah tidak bergaransi lagi), periksa sekringnya, jika putus ganti dengan yang baru. Jika belum nyala lagi  coba ganti dengan power supply yang lain (yang masih berfungsi).

2. Layar tidak mengeluarkan gambar.Ciri-ciri : komputer dan monitor dalam kondisi hidup tetapi monitor tidak mengeluarkan gambar, lampu indikator pada monitor berwarna oranye atau berkedip-kedip (tergantung jenis monitornya)
Kemungkinan : ada masalah antara konektor monitor dengan VGA atau VGAnya
Pemecahan : periksa apakah pemasangan kabel dari monitor ke konektor VGA sudah benar. Cek setingan VGA pada BIOS. Jika dicoba di komputer lain, VGA dan monitor bekerja normal, ada kemungkinan slot AGP/PCIE kamu rusak.

3. Komputer mengeluarkan bip berulangCiri-ciri : mengeluarkan suaran bib berulang-ulang dan komputer tidak mau booting
Kemungkinan : ada masalah pada module RAM
Pemecahan : cek apakah pemasangan RAM pada slot memory sudah benar, bersihkan debu pada slotnya dan pada pin RAM. Jika masih sama hasilnya, coba RAM kamu ke komputer lainnya. Jika pada komputer tersebut tidak menyala, kemungkinan besar RAM sudah rusak.

4. Keluar layar biru saat booting.Ciriciri : saat booting keluar layar biru
Kemungkinan : ada masalah pada transfer data pada harddisk dan mainboard
Pemecahan : cek kabel data harddisk apakah pemasangan sudah benar, jika ada salah satu kabel data (pada kabel ATA) yang terbakar atau rusak, ganti dengan yang baru. Coba harddisk pada komputer lain (jadikan slave dengan mencopot jumpernya dibagian belakang harddisk). Jika setiap kali booting komputer meminta scan pada drive harddisk yang baru saja dipasang, ada kemungkinan harddisk tersebut mengalami bad sector.

5. Komputer gagal booting dan restart rerus.
Ciri-ciri : saat booting komputer restart
Kemungkinan : daya power supplay kurang, baterai CMOS tidak menyimpan listrik, Sistem Operasi (OS) rusak
Pemecahan : cek power supply, apabila tidak berfungsi ganti dengan power supply yang lainnya. Ganti baterai CMOS dengan yang baru (jika mainboard masih garansi lebih baik di retur). Jika semua sudah dicoba tetapi masih gagal booting , ada kemungkinan OS rusak, disarankan untuk repair OS kamu daripada install ulang, dikarenakan lebih hemat waktu.


B. Keyboard

Debu dan kotoran dapat masuk ke dalam keyboard melalui sela-sela tombol pada keyboard. Debu dan kotoran akan menumpuk menjadi banyak dan mengeras sehingga akan mengganggu kenyamaman dalam menekan tombol atau tombol keyboard akan menjadi keras. Selain debu dan kotoran padat, kotoran jenis cair juga sangat sering terjadi. Minuman yang tumpah merupakan penyebab yang sering terpencet terus, dan juga dapat terjadi hubungan pendek yang dapat mengakibatkan keyboard tak dapat dipakai kembali, dan yang paling parah menyebabkan port PS/2 pada motherboard mengalamai kerusakan.
Berikut ini adalah tips untuk menjaga dan merawat keyboard.
Untuk keyboard, usahakan jika meletakkannya jangan sampai body nya terlalu ‘mepet’ dengan benda lain seperti sofa, kursi, meja atau lainnya. Jika mepet, ketika memainkannya kemungkinan body keyboard tersebut akan bergesek denga benda lainnya tersebut sehingga lama kelamaan body akan lecet, terutama sudut sauna.
Kemudian, lindungi keyboard dari debu dan hal-hal lain yang juga bisa merusak misalnya tumpahan air. Caranya dengan menutupnya dengan cover plastik atau wadahnya setiap selesai dimainkan. Khusus untuk keyboard, ketika menekan tombol fungsi, jangan ditekan secara berlebihan . Secara berlebihan disini maksudnya ditekan kemudian ditarik. Hal itu lama-kelamaan bisa mengakibatkan lecetnya tombol tombol fungsi tersebut.
Yang terakhir, bersihkan kotoran dan debu yang menempel dengan lap yang permukaannya halus. Keyboard termasuk barang yang sensitif, jadi harus dibrsihkan dengan kelembutan juga.

Kunci-kunci pada keyboard dapat terganggu atau tidak berfungsi karena :                
 • tersumbat kotoran • per atau plat saklarnya lemah • jalurnya putus • rusaknya chip yang ada didalamnya .
Untuk mengatasi hal tersebut, maka keyboard perlu dirawat dengan cara :
1) menghindari masuknya kotoran dan binatang ke keyboard
2) memberikan sirkulasi udara yang cukup pada keyboard

Jika terjadi gangguan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1) melepas penutup kunci
2) membersihkan semua kotoran yang ada di dalamnya
3) memperbaiki per atau plat kunci yang terganggu
4) menutup kembali penutup kunci seperti semula


Troubleshooting Keyboard
Pengecekan secara umum fungsi keyboard adalah :
‹Periksa saklar XT/AT (saklar harus pada posisi AT untuk sambungan ke sistem AT)
‹Periksa kunci keyboard pada panel depan sistem apakah dalam kondisi terbuka
‹Periksa sambungan dan kabel keyboard apakah tersambung baik dengan sistem board. Sambungan yang kurang baik akan menimbulkan masalah.
‹Periksa nyala LED pada keyboard selama power on apakah berkedip

Kemungkinan Kerusakan  
1) Keyboard tidak beroperasi penuh
2) Beberapa kunci tidak berfungsi
3) Kunci rusak atau tertekan
4) Kerusakan interface keyboard
5) Kerusakan konektor keyboard
6) Kerusakan kabel keyboard

Procedure dan troubleshooting

1) Kerusakan keyboard pada Mikrokontroller keyboard, soldiran komponen pasif pada keyboard kering, jalur PCB pada keyboard putus. Atau dapat juga disebabkan oleh rangkaian interface dalam unit sistem rusak. Untuk mengisolasi daerah kerusakan dengan mudah dapat dilakukan dengan cara menyambungkan keyboard yang baik ke unit sistem, jika masalahnya hilang maka kerusakan pada keyboard dan jika tidak maka kerusakan pada rangkaian interface di unit sistem.
2) Rangkaian logika pendekode baris atau kolom dalam keyboard atau jalur PCB putus atau soldiran kering atau kontak lepas. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengganti keyboard yang baik.
3) Pir saklar putus atau tertekan. Untuk itu perlu diganti.
4) Chipset keyboard pada motherboard. Untuk ini ganti IC chipset
(SMD IC) atau ganti motherboard yang baik.
5) Kerusakan akibat putus tertarik atau frekuensi penggunaan. Untuk
itu ganti konektor keyboard.
6) Kabel keyboard putus dicek dengan memakai multimeter, kemudian
disambung.
Pemakaian Software Diagnostik
Untuk pengetesan fungsi keyboard dapat memakai software checkit, QA plus, PC tools, dan Norton utilities. Fasilitas yang diberikan pada software ini adalah pengecekan ditekan atau tidak tombol-tombol kunci keyboard.

Cara merawat dan memilih keyboard

1. Pilih keyboard yang ekonomis dan ergonomis
Disarankan untuk memilih keyboard yang ekonomis akantetapi tetap ergnomis. monstersandkritics.com telah melansir bahwa Stefan Willecke dari Majalah PC-Welt mengungkapkan, “keyboard yang ergonomis akan membantu mengurangi ketegangan pada pergelangan tangan anda”. Perhatikan juga kenyamanan dan kemudahan menekan tombol keyboard. Keyboard ergonomis biasanya berbentuk datar dan umumnya dibagi dalam dua segmen. Terkadang juga terdapat Track Ball yang bisa digunakan sebagai mouse. Semua fasilitas ini dihadirkan guna menghindari pengguna meletakkan tangannya dalam posisi yang salah, yang berakibat pada sakit yang berkepanjangan.

2. Hindari warna keyboard yang kontras
Hindari warna yang kontras. Pilih warna keyboard yang enak dipandang mata. Pada umumnya warna hitam dan perak yang banyak di pilih pengguna.

3. Adanya fungsi extra yang disediakan oleh keyboard
Fungsi extra akan mempermudah kerja anda saat menggunakan komputer. Beberapa keyboard yang mahal bahkan ada yang dilengkapi tombol untuk memunculkan program kalkulator saku Windows. Ada juga keyboard yang memungkinkan pengguna memberi fungsi pada tombol tambahan. Artinya seluruh aktifitas yang sudah dilakukan bisa dipanggil kembali hanya dengan menekan tombol di keyboard . Saat ini juga sudah tersedia keyboard yang bisa mendeteksi sidik jari inilah yang menentukan apakah seseorang bisa menggunakan keyboard tersebut atau tidak.

4. Adanya port USB
Fasilitas ini memudahkan Anda yang senang menggunakan pemutar MP3 atau kamera digital

5. Sesuaikan harga keyboard
Ada banyak variasi harga keyboard. Sementara itu keyboard ergonomis tersedia dengan harga sekitar Rp. 80.000,- Sesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas kita sesaat akan membeli keyboard.

6. Rawat Keyboard
Gunakan kuas yang halus untuk membersihkan sela-selan tombol keyboard, Dan jangan ada makan atau minum di dekatnya karena bisa saja tanpa sengaja kita menumpahkan makanan atau minuman pada keyboard.




C. Mouse

Mouse merupakan periferal yang paling rawan terhadap debu, terutama mouse yang masih menggunakan bola (scroll). Mouse bersentuhan langsung dengan alas (mouse pad) dimana alas tersebut merupakan sumber debu. 
Jika debu telah banyak yang menempel pada mouse, maka gerakan bola menjadi tidak normal, dapat dilihat dari gerak kursor yang meloncat-loncat ataupun dirasa sangat lambat. Hal ini akan membuat mouse sulit diarahkan.

Memperbaiki Mouse

a). Mouse Tidak Dikenali
Untuk yang menggunakan system operasi windows, keberadaan mouse hampir sama pentingnya dengan keyboard. Karena untuk pengoperasian komputer secara efektif, tidak mungkin hanya menggunakan keyboard. Oleh sebab itu,jika pada saat menghidupkan komputer ternyata mouse tidak dikenali, mungkin akan cukup membingungkan karena harus bekerja hanya dengan keyboard.
1). Kabel mouse terbubung kurang sempurna pada konektor port mouse dikomputer. Untuk itu cobalah periksa hubungan kabel tersebut, serta periksa pula kemungkinan adanya kabel mouse yang terputus. 
2). Device drive untuk mouse tidak terinstal dengan benar pada komputer dengan system operasi DOS , system aplikasi yang jalan di atasnya membutuhkan pemanggilan device drive mouse untuk bisa jalan dengan menggunakan alat bantu mouse..Pemanggilan device drive mouse ini bisa dengan menempatkannya pada file CONFIG.SYS atau AUTOEXEC.BAT. Untuk itu, bisa memeriksa kedua file tersebut dan lokasi tempat file device drive mouse itu berada . Sedangkan pada system operasi Windows , bisa memeriksa pada Device Manager dari System Properties.
3). Mouse atau port mouse ( serial port atau pert PS/2 mouse ) rusak, untuk memastikannya bisa mencoba untuk menukar mouse dengan mouse yang lain atau mencoba mouse pada komputer yang lain . Namun , bisa mencoba memeriksa terlebih dahulu dengan melihat oada konfigurasui System Windows ,yaitu pada Device Manager dari System Properties.

Untuk lebih jelasnya, bisa mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
a. Periksa apakah ada device driver mouse pada system operasi , yaitu dengan membuka Device Manager pada System properties , kemudian periksa apakah ada device Mouse. Jika tidak ada , maka bisa mencoba menambah device drive tersebut dengan mengunakan fasilitas Add New Hardware dan biarkan Windows mencoba menditeksi keberadaan perangkat baru ( dalam hal ini mouse) .
b. Jika pada Device Manager terdapat device drive mouse , maka cobalah periksa device drive tersebut. Jika device drive mouse terdapat tanda seru, artinya mouse mengalami konflik , coba periksa device drive pada serial port ( COM port ) untuk mouse yang menggunakan serial port . 
c. Jika pada device driver port mouse maupun serial port tidak ada masalah maka kemungkinanya adalah mouse yang rusak . Untuk lebih memastikan hal ini, bisa mencoba menukar mouse.
d. Namun jika serial port yang bermasalah (konflik),maka bisa memperbaiki device driver tersebut ,yaitu dengan cara memilih device driver tersebut,tekan DEL untuk me-remove device driver tersebut. Kemudian keluar dari System Properties dengan menekan Alt+F4 . Selanjutnya booting ulang komputer. Jika serial port normal,maka pada saat komputer boot, Windows akan mendeteksi keberadaan port tersebut. Dan selanjutnya,jika mouse terhubung pada port tersebut maka akan terdeteksi dengan sendirinya
e. Jika pada langkah diatas serial port tidak terditeksi , cobalah cari dengan Add New Hardware dan biarkan windows mencoba menditeksi keberadaan port tersebut. Dan jika sampai pada tahap ini pun port tidak ditemukan maka ada kemungkinan serial port yang bermasalah. Periksalah setup pada BIOS , yaitu pada Onboard serial port, Apakah setup port tersebut sudah sesuai. Jika belum sesuai dan port tidak terdeteksi , maka kemungkinannya adalah serial yang rusak . 
f. Untuk memperbaiki serial port , bisa mengganti serial port tersebut dengan memasang multi I/O card. Jika serial port on-board pada mainboard maka harus men-disable setup pada BIOS.
g. Setelah serial port ganti maka pindah mouse serial ke port baru 

b). Mouse Tidak Berfungsi Sebagaimana Mestinya 
Masalah lain tidak terjadi adalah tidak berfungsi mouse sebagaimana mestinya , yaitu bahwa mouse dikenali keberadadaanya oleh system operasinya namun tidak berjalan dengan normal. Ketidak normalan tersebut adalah :
1). Mouse dikenali namun tidak bisa berfungsi. Ini sering dialami untuk mereka yang menggunakan system operasi windows. Mouse hanya tampil berupa kursor atau tanda panah atau tanda lain ditengah-tengah layar monitor, dan tidak bisa digerakkan . Hal ini biasanya disebabkan karena mouse yang rusak atau device driver yang ada tidak sesuai. Untuk mengatasinya , bisa me-remove device driver mouse dari Device Manager, kemudian didektesi lagi keberadaan mouse. Jika mouse tidak dikenali, maka bisa memeriksa kemungkinan-kemungkinan pada uraian sebelumnya. Namun jika mouse terdeteksi dan tetap tidak tidak berfungsi dengan baik , maka kemungkinannya mouse yang rusak. Cobalah ganti dengan mouse yang masih baik. 
2). Mouse berjalan tersendat-sendat atau kursor melompat-lompat. Cobalah perbaharui device driver mouse . Atau atur kecepatan mouse pada item mouse dari Control Panel, yaitu pada tab Motion dari Mouse Properties. Jika ini belum berhasil, cobalah buka dan bersihkan tempat bola mouse. 
3). Jika tombol-tombol pada mouse tidak merespon dengan baik, cobalah atur melalui fasilitas pengaturan kecepatan klik mouse pada item mouse dari Control Panel, yaitu tab Button dari Mouse Properties. Selain itu bisa coba membersihkan tombol mouse dengan bantuan cairan contact cleaner, tentunya harus membuka tutup mouse terlebih dulu.



D. Printer

Alat ini merupakan periferal komputer yang sangat rawan terkena kotoran baik cair maupun debu. Untuk debu akan berakibat roller pemutar kertas menjadi terhambat hal ini terjadi jika debu sudah menumpuk terlalu banyak. Sedangkan untuk kotoran cair disebabkan oleh tinta yang tumpah. Selain akan mengotori printer, tinta dapat mengotori head ataupun cartridge. Perlu diketahui bahwa cartridge merupakan komponen yang sangat rawan, sehingga trouble yang paling parah adalah cartridge mati merupakan kasus yang sering terjadi akibat tinta yang berlebihan.

            Mengatasi Masalah Printer

1). Printer tidak dapat mencetak
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan printer tidak dapat mencetak. Anda dapatmulai untuk memeriksa hal-hal berikut:
1. Periksa koneksi printer dengan jaringan listrik. Pastikan kabel power printer telahdicolokkan ke konektor (stop kontak) listrik dengan sempurna .
2. Pastikan saklar “on-off” printer atau tombol switch printer dalam posisi “on”. Permasalahanyang diakibatkan oleh tidak adanya power untuk printer ini biasanya ditandai dengan tidakmenyalanya LED (lampu indikator) dari printer tersebut, selama printer menggunakan LEDuntuk indikator power.
3. Periksa sambungan kabel data printer, apakah sudah terhubung dengan port pararel / portUSB di komputer dengan benar.
4. Cobalah untuk menggunakan kabel data printer yang lain (pinjam teman) sebagaipercobaan. Pernah terjadi kasus yang diakibatkan oleh putusnya tembaga dari salah satukabel data di tengah -tengah kabel sehingga data dari komputer tidak dapat sampai ke printer.
5. Apabila anda menggunakan sistem operasi Microsoft® Windows®, dan anda menggunakanprinter yang terhubung ke port pararel di komputer anda, coba jalankan perintah yangdicetak tebal berikut ini di jendela MSDOS® Prompt:
6. C:\>dir >>LPT1
7. Maksud dari perintah diatas adalah untuk membelokkan hasil tampilan perintah “dir”(perintah untuk penampilkan daftar isi dari suatu direktori) dari yang seharusnya ke monitornamun dialihkan ke port pararel komputer.
8. Pastikan anda telah melakukan instalasi driver untuk printer tersebut.
9. Pastikan anda telah memilih driver yang tepat untuk printer yang anda gunakan.
10. Pastikan anda telah memilih port yang tepat untuk printer anda. Lihat opsi ini melalui menuprinter poperties.
11. Coba gunakan aplikasi teks editor standard untuk sistem operasi anda untuk mencetaksesuatu (misalnya notepad). Jika aplikasi teks editor anda dapat mencetak, makakemungkinan besar kesalahan bukan pada printer anda.
12. Cobalah untuk merubah setting printer anda menjadi “Default Printer” atau cobalah untukmelakukan instalasi ulang driver untuk printer anda dengan nama printer yang lain dan ubahlah instalasi baru tersebut sebagai “Default Printer”.
13. Pastikan anda memiliki space hardisk yang mencukupi. Kadang jika buffer tidak cukupmaka data tidak dapat dikirim ke printer dengan sempurna.
14. Cobalah untuk merubah setting “spooler” untuk printer anda melalui menu propertiesprinter. Fitur “spooler” ini digunakan dengan tujuan agar anda tetap dapat menjalankan aplikasi ketika dilakukan pencetakan dokumen.
15. Cek apakah ada resource yang konflik dengan port yang digunakan oleh printer anda.Gunakan bantuan “hardware troubleshooter” apabila terjadi konflik.
Kasus ini mungkin juga disebabkan oleh port komputer anda yang bermasalah. Untukmengetahuinya, apabila langkah-langkah diatas sudah anda lakukan namun tidak menemukan “titikterang”, cobalah untuk memindah koneksi port printer anda ke port lain (misal USB1 ke USB3) ataucobalah printer anda di komputer lain.
2). Printer kelihatan mencetak, namun tidak ada  yang tertulis diatas kertas
Kasus ini umumnya disebabkan oleh kosongnya tinta atau toner printer atau habisnya karbon yangada di pita printer anda . Cobalah untuk mengganti tinta, toner atau pita printer dengan yang baru.Jangan lupa untuk memeriksa apakah ada sesuatu yang menghalangi head dengan kertas (misalnyaplastik segel pada printer baru). Ada kasus pada printer yang menggunakan tinta, dimana tinta yangmasih berada di head printer telah kering karena printer lama tidak digunakan sehingga terjadipenyumbatan. Khusus untuk printer yang headnya dapat dilepas dengan mudah, masalah ini kadangdapat diselesaikan dengan cara yang sederhana berikut:
1. Lepaskan head dan catridge dari printer.
2. Pisahkan catridge tinta dari head.
3. Pastikan anda tidak memegang -megang rangkaian elektronik yang ada disekitar head printeryang telah anda lepas karena dapat merusakkannya.
4. Ambil air panas, tuangkan dalam mangkok.
5. Celupkan ujung head ke dalam air panas yang ada dalam mangkok. Perhatikan jangansampai air menyentuh rangkaian elektronika yang ada di sekitar head karena dapatmerusakkannya !
6. Goyang -goyangkan head tersebut hingga tinta yang ada di dalam head mencair.7. Ulangi langkah pencelupan (4 hingga 6) diatas dengan air panas yang baru hingga air panasyang baru tetap bening (tidak terkontaminasi tinta yang keluar dari head).
8. Keringkan head dengan kain yang halus hingga benar-benar kering.
9. Satukan kembali catridge tinta dengan head. Disarankan untuk menggunakan catridge yangmasih baru.
10. Pasang kembali head dan catridge ke printer dan cobalah untuk mencetak.
Bila anda telah mela kukan langkah -langkah pembersihan head seperti diatas namun hasilnya tetapsama, kemungkinan penyumbatan terjadi hingga bagian pipa penyaluran tinta. Bila hal ini terjadi,cobalah untuk menguapi saluran tinta head dengan uap panas hingga kira-kira tinta yang ada didalam pipa mencair, kemudian ulangi langkah pembersihan head seperti diatas.
3). Halaman cetakan tidak lengkap atau karakter yang dicetak aneh
Kasus ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Coba ikuti petunjuk berikut :
1. Periksa hubungan printer dengan komputer, apakah hubungannya sudah sempurna.
2. Periksa kabel data yang anda gunakan. Cobalah mengganti dengan kabel data yang lain(jangan langsung beli, pinjam teman dulu kabel data untuk memastikan kerusakan ini agaranda tidak rugi).
3. Periksa pula driver yang anda gunakan untuk printer, apakah sudah sesuai atau belum. Bilaperlu, update atau install ulang driver dengan versi terbaru yang dikeluarkan secara resmioleh perusahaan pembuat printer.
4. Periksa apakah dokumen atau data yang anda cetak rusak. Kesalahan pembacaan data yangdisebabkan oleh kerusakan data dapat mengakibatkan hasil cetakan tidak lengkap atau karakter yang dicetak tidak lengkap.
5. Pastikan pengaturan halaman pada aplikasi yang anda gunakan telah benar.
6. Pastikan anda masih memiliki kapasitas hardisk dan memori yang cukup untuk menuliskan buffer data.
7. Periksa apakah printer anda memerlukan suatu prosedur maintenance pada saat tertentu.Untuk tipe printer tertentu, mungkin saja anda perlu untuk mengatur ulang setting printeranda setelah periode pemakaian tertentu.
4). Lampu indikator hanya berkedip-kedip terus saat diberikan perintah mencetak
Ada beberapa kemungkinan yang dapat menjadi penyebab hal ini seperti:
1. Catridge printer belum terpasang atau belum terpasang dengan sempurna.
2. Posisi pemasangan catridge tidak tepat.
3. Catridge yang dipasang pada printer tidak cocok untuk printer tersebut.
4. Tidak ada kertas di printer.
5. Setelah kertas yang dimuat belum ditekan tombol kertas masuk/resume.
6. Ada kertas yang tersumbat (nyangkut) di dalam printer.
7. Periksa apakah “pintu” printer telah ditutup dengan sempurna. Jika kemungkinan diatas tidak ada yang sesuai untuk mengatasi masalah anda, cobalah untukmematikan printer beberapa saat dan kemudian menghidupkannya kembali.
5). Kertas tidak dapat masuk ke printer sebagaimana mestinya
Silakan mencoba petunjuk berikut untuk mengatasi masalah ini:
1. Cobalah untuk memuat ulang kertas ke dalam printer.
2. Bila ada, atur switch pilihan ukuran kertas sesuai dengan ukurannya.
3. Periksa kemungkinan terlalu banyaknya le mbaran kertas yang termuat.
4. Periksa apakah kertas dalam kondisi baik, tidak berkeriput atau melengkung.
5. Periksa apakah ukuran kertas adalah sama untuk setiap lembarnya.
6. Periksa apakah ada kertas lain yang tersumbat di dalam printer.
7. Periksa apakah “pintu” printer sudah tertutup dengan sempurna.
6. Kertas tidak dapat keluar dari printer
Untuk melepaskan kertas yang tersumbat (nyangkut) di dalam printer, ikuti langkah-langkah berikut:
1. Matikan power printer.
2. Lepaskan kabel power printer dari konektor (stop kontak) listrik.
3. Keluarkan kertas dari penampan (bila ada).
4. Buka pintu printer.
5. Apabila dimungkinkan, lepaskan pintu printer dengan menarik pegangan di kedua sisinya kemudian angkat keatas.
6. Buka pemisah kertas (bila ada).
7. Pegang kertas yang tersumbat itu di kedua sisinya dan tarik keluar pelan-pelan.
8. Setelah kertas berhasil dikeluarkan, tutup kembali pemisah kertas (bila ada).
9. Pasang kembali pintu printer.
10. Tutup pintu printer.11. Masukkan kertas ke penampan dan cobalah untuk mencetak kembali.
7). Hasil cetakan bergaris-garis
Untuk printer tinta, ada kemungkinan head printer kotor. Bersihkan head printer menggunakancara penanganan kasus 2 diatas. Apabila tidak memecahkan masalah, cobalah ganti catridge tintadengan yang baru dan biarkan semalaman, setelah itu coba gunakan lagi untuk mencetak. Untukprinter tipe dot-matrix, kasus ini kemungkinan disebabkan oleh adanya komponen penggerak headyang bermasalah. Pernah terjadi kasus seperti ini pada printer dot -matrik yang disebabkan olehmatinya salah satu transistor penggerak head. Pernah pula kasus ini disebabkan oleh rusaknyakabel data yang mengirimkan informasi ke head printer. Kalau kasus ini terjadi, mau tidak mauanda harus membawa printer dot-matrix anda ke tukang servis untuk mengganti komponen yangada, kecuali anda paham tentang elektronika.
8). Beberapa fitur yang dijanjikan oleh produsen printer tidak dapat bekerja
Pastikan anda menggunakan driver printer yang dikeluarkan secara resmi oleh produsen pembuatprinter untuk printer anda. Pastikan pula driver tersebut dirancang untuk sistem operasi yang andagunakan. Cobalah untuk menggunakan versi terbaru dari driver yang dikeluarkan. Pastikan pulaanda telah memenuhi syarat yang diajukan oleh produsen printer untuk menggunakan suatu fiturtertentu.
9). Printer menjadi lambat dalam mencetak
Kasus ini kebanyakan disebabkan karena penuhnya memori, baik memori komputer maupun memoriyang ada di dalam printer. Coba ikuti langkah-langkah berikut untuk mengatasi masalah ini:
1. Bila anda menggunakan sistem operasi Microsoft ® Windows® XP/2000/NT, pastikan anda masih memiliki sisa ruang hardisk sekurang-kurangnya 120 MB.
2. Pastikan anda tidak menjalankan aplikasi lain yang menghabis kan memori.
3. Pastikan komputer anda bersih dari “virus” komputer.
4. Periksa kembali konfigurasi printer anda.
5. Cobalah untuk melakukan defragmentasi hardisk.
6. Bila hal ini tidak memecahkan masalah, cobalah untuk membandingkan kecepatanmencetak dari printer anda di komputer lain. Apabila di komputer lain ternyata bisa lebihcepat, kemungkinan komponen-komponen mainboard yang menangani komunikasi antarakomputer dengan printer anda sudah mulai “aus”.
10). Font yang tercetak tidak sama dengan yang tampil di layar monitor
Apakah anda menggunakan “True Type Font”? Penggunaan jenis font tersebut akanmenghasilkan cetakan yang sama dengan apa yang ada pada layar. Cobalah untuk menggantifont yang anda gunakan dengan font yang berjenis “True Type Font”. Periksa pula apakah filefont yang anda gunakan tersedia di komputer anda.
Apabila anda menggunakan printer yang berjenis postscript, matikan opsi penggantian “TrueType Font” dengan “PostScript Font” melalui menu “Printer Preferences”.Pastikan pula driver printer anda tidak bermasalah. Cobalah untuk melakukan instalasi ulangdriver menggunakan nama yang b erbeda atau update driver anda.
E. Fan

Debu pada fan sangat sering dijumpai jika periferal komputer terletak pada ruang terbuka atau banyak debu. Karena debu ini akan tersedot oleh fan casing maupun fan periferal yang lain. Debu ini akan menghambat putaran fan jika telah menempel pada poros dari fan tersebut. Apalagi debu yang mempunyai sifat padat dan keras. Debu semacam ini akan lebih mudah dan lebih cepat mengurangi fungsi komponen secara umum (korosi).Fan merupakan periferal yang sangat penting bagi komputer. Fan sangat berpengaruh pada kinerja komputer karena berhubungan dengan sirkulasi udara pada computer.

Beberapa masalah yang sering terjadi :
 
(1) Fan pendingin mati
Masalah yang timbul komputer akan cepat panas, sering hang, reboot dengan sendirinya dikarenakan fan pendingan mati.
Langkah – langkah perbaikan adalah:
  • Memeriksa fan yang terdapat dalam casing komputer apakah kabel power sudah terpasang dengan baik.
  • Bersihkan kotoran-kotoran yang ada didalamnya.
  • Lepas penutup poros fan, serta diberi sedikit pelumas supaya gerakan fan tidak ada hambatan.
  • Jika sambungan kabel power sudah benar dan fan sudah bersih dari kotoran tetapi masih tetap mati, kemungkinan besar fan rusak.

(2) Bunyi fan yang berisik
Masalah yang lain adalah fan terlalu berisik. Ketika komputer sedang digunakan, suaranya terdengar sangat berisik sehingga sering mengganggu konsentrasi terhadap pekerjaan.
Untuk mengetahui dari mana asalnya suara fan tersebut, langkah yang diambil :
  • Matikan komputer dan buka casing komputer lalu hidupkan komputer dalam keadaan casing terbuka.
  • Cek apakah mungkin ada kabel yang menyangkut pada fan.
  • Jika ada kabel yang menyangkut pada fan, rapikanlah agar tidak mengenai fan.